GUNUNGKIDUL, JOGJAAKTUAL.com – Di balik dinding putih ruang rawat inap RSUD Wonosari, sebuah perjuangan besar sedang berlangsung. Bukan sekadar perjuangan medis, melainkan perjuangan kasih sayang seorang anak berusia 10 tahun, Ahmad Tri Efendi atau yang akrab disapa Fendi untuk kesembuhan ibunda tercintanya.
Setelah sempat menjadi pembicaraan publik karena ketulusannya merawat sang ibu yang lumpuh hingga rela berhenti sekolah, kini secercah harapan mulai muncul. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui RSUD Wonosari memastikan bahwa pendampingan kesehatan bagi ibunda Fendi menjadi prioritas utama.
Plt Direktur RSUD Wonosari, Ismono, menegaskan bahwa pihak rumah sakit akan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi pasien. Pendampingan medis dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.
"Kami terus melakukan pendampingan medis guna memantau kondisi ibunda Fendi. Sebagai perkembangan terbaru, ibu Fendi telah menjalani kontrol pada 4 April 2026. Saat ini, beliau dirawat di ruang rawat inap untuk pemantauan kondisi serta mendapatkan terapi lanjutan," ujar Ismono saat dikonfirmasi pada Senin (6/4/2026).
Komitmen Pelayanan Optimal
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan penanganan yang memadai sesuai dengan standar klinis. Ismono menambahkan bahwa pihak rumah sakit terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, guna menjamin keberlanjutan perawatan jangka panjang bagi keluarga Fendi.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan optimal. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar perawatan ini tidak terputus di tengah jalan," imbuhnya.
Pengabdian Bocah 10 Tahun
Kisah Fendi memang menyentuh hati banyak orang. Di usianya yang masih sangat belia, Fendi harus memikul beban yang lazimnya dipikul orang dewasa. Selama berhari-hari, ia menjadi "malaikat pelindung" bagi ibunya, menyuapi, membersihkan tubuh, hingga menemani sang ibu di kala sakit.
Keputusan Fendi untuk berhenti sekolah demi bakti kepada orang tua menjadi pengingat bagi banyak pihak tentang pentingnya jaring pengaman sosial. Kini, dengan hadirnya intervensi dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan RSUD Wonosari, beban di pundak kecil Fendi perlahan mulai terangkat.
Pemantauan kesehatan yang dilakukan secara berkala ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik sang ibunda, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Fendi untuk kembali merajut masa depannya di bangku sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, tim medis RSUD Wonosari masih terus melakukan observasi mendalam di ruang rawat inap untuk menentukan langkah terapi selanjutnya. Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan sangat krusial dalam menangani isu kemanusiaan di tengah masyarakat.
Penulis: HM JA
Editor: Redaksi.
Ikuti Saluran Jogja Aktual:



Social Header