Breaking News

Soroti Dinamika Pemuda DIY yang Memprihatinkan, RKP DIY Ajak Masyarakat 'Rawat' Generasi Muda

 


YOGYAKARTA, JOGJAAKTUAL.com-- Generasi muda sebagai penerus bangsa diharapkan menjadi aktor utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Namun, realitas sosial saat ini menunjukkan masih maraknya berbagai persoalan yang melibatkan pemuda. Ketua Umum Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY, M. Asruri Faishal Alam, menilai kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Faishal menyebutkan, dinamika persoalan pemuda di Daerah Istimewa Yogyakarta kian memprihatinkan. Berbagai kasus seperti kejahatan jalanan, tindak kekerasan, judi online, serta bentuk kenakalan remaja lainnya semakin sering muncul dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media di sela kegiatan Seminar Nasional yang digelar pada Jumat (30/1) siang. Faishal menegaskan kesiapan RKP DIY untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong generasi muda agar mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sosial dan pembangunan bangsa.

Seminar Nasional yang berlangsung di Auditorium Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut mengusung tema “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini bertujuan membuka ruang dialog konstruktif serta memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sekaligus mencegah perilaku menyimpang di kalangan generasi muda.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi RKP DIY dengan Kapasgama (Keluarga Alumni Pascasarjana UGM) dan dibuka oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah. Sejumlah narasumber hadir dalam seminar ini, di antaranya Ahmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI), Dr. Ismail Suwardi Wekke (Sekretaris Senat STEBI Al-Mukhsin), Ruly Artha (General Manager Bandara YIA), serta Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo). Turut hadir Ketua Kapasgama, Dr. Khamim Zarkasih Putro.

Seminar ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, dan relawan sosial. Keberagaman latar belakang peserta diharapkan mampu memperkaya perspektif diskusi serta mendorong terciptanya kolaborasi pemuda yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Faishal menyoroti pengaruh lingkungan dan media sosial sebagai faktor yang turut memicu berbagai permasalahan di kalangan pemuda, seperti kenakalan remaja, kekerasan, penyalahgunaan minuman keras, narkoba, hingga judi online. Ia berharap kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas positif yang berdampak nyata.

“Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mari kita rawat generasi muda dan kembangkan potensi kreativitas mereka dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.


Penulis: Hm JA

© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com