GUNUNGKIDUL, (DIY), JOGJAAKTUAL.com-- Fakta mengejutkan terungkap dalam tata kelola pemerintahan Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar. Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Natah mengaku selama ini ditinggalkan dan tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk dalam fungsi pengawasan Dana Desa (DD).
Kondisi ini terungkap saat Bamuskal Kalurahan Natah menerima audiensi dari Forum Peduli Masyarakat Natah Bersatu (FPMNB) di Balai Kalurahan setempat pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pengakuan Ketua Bamuskal
Dalam audiensi yang berlangsung cukup hangat tersebut, Ketua Bamuskal Kalurahan Natah, Heru Pranowo, secara terbuka menyampaikan keluh kesahnya di hadapan perwakilan warga. Ia membenarkan kecurigaan masyarakat mengenai minimnya transparansi di masa lalu.
"Selama ini kami (Bamuskal) praktis tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan penting di Kalurahan Natah. Bahkan, fungsi pengawasan kami terhadap penggunaan Dana Desa seolah dibatasi," ujar Heru dalam keterangannya.
Heru menambahkan bahwa sebagai lembaga yang seharusnya menjadi mitra sejajar pemerintah kalurahan, Bamuskal merasa hanya menjadi stempel tanpa diberi ruang untuk memberikan masukan atau menjalankan fungsi kontrol yang semestinya sesuai regulasi.
Perubahan Pasca Pergantian Kepemimpinan
Keterbukaan ini muncul setelah adanya pergantian kepemimpinan di Kalurahan Natah. Sebelumnya, Lurah Natah definitif diketahui lengser dari jabatannya setelah gelombang demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh warga yang menuntut transparansi dan akuntabilitas.
Pasca lengsernya lurah tersebut, posisi pimpinan diambil alih oleh Penjabat (Pj) Lurah Suyanto, S.IP. Menurut Heru, pola komunikasi mulai mengalami perubahan positif sejak kepemimpinan Pj Lurah yang baru.
"Berbeda dengan sebelumnya, saat ini di bawah kepemimpinan Pj Lurah Bapak Purwanto, kami mulai dirangkul kembali. Bamuskal kini dilibatkan dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat," pungkas Heru.
Penulis: Hm_JA.
Editor: Redaksi.
Ikuti Saluran Jogja Aktual:



Social Header