Breaking News

Mengkaji Risiko Potensi Keracunan Dalam Program Makan Bergizi Gratis

Sumber foto by google

Jogjaaktual.com--  ‎Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal digadang sebagai salah satu inovasi utama pemerintahan dalam upaya membangun sumber daya manusia. Narasi yang dibangun sederhana tetapi kuat, anak sekolah yang sehat dan bergizi akan mampu belajar dengan baik, menurunkan angka stunting, dan pada akhirnya memperbaiki kualitas generasi.

‎Dalam kerangka politik pembangunan, MBG ditempatkan sebagai program unggulan yang diharapkan menjadi simbol kepedulian negara kepada anak-anak bangsa. Kendati demikian, fakta lain di lapangan memperlihatkan wajah yang tak seragam. Alih-alih menjadi program yang menyehatkan, MBG justru memunculkan gelombang kasus keracunan massal.

‎Dalam kondisi sebagian masyarakat kekurangan gizi, MBG rasional dan dibutuhkan anak-anak lebih sehat dan cerdas. Namun, MBG harus dikelola lebih baik tanpa menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Banyak sekali masyarakat mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara program MBG mengingat korban keracunan berjatuhan secara masif. Secara teknis, program beranggaran jumbo Rp71 triliun ini dinilai kurangnya persiapan.

‎Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 695 siswa mangalami keracunan massal usai menyantap menu MBG pada Selasa (28/10/2025). Gejala keracunan yang mereka alami yakni; mual, muntah, serta diare.

Program Makan Bergizi Gratis* (MBG) yang digagas oleh pemerintah memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, di balik niat baik ini, kita harus tetap waspada terhadap potensi risiko yang dapat timbul, seperti kasus keracunan makanan.

Kualitas makanan yang disajikan dalam program ini harus menjadi prioritas utama. Pengawasan ketat terhadap bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan sangat penting untuk memastikan keamanan pangan. Jika tidak ditangani dengan baik, program ini justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Tanggung jawab ini tidak hanya milik pemerintah, tetapi juga masyarakat. Edukasi tentang higiene dan sanitasi makanan perlu ditingkatkan agar setiap tahap penyediaan makanan dapat dilakukan dengan benar.

Mari kita dukung program MBG ini dengan memastikan bahwa setiap langkah penyediaan makanan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Dengan kerja sama dan pengawasan bersama, kita dapat mewujudkan program ini menjadi solusi yang tepat sasaran dan aman bagi masyarakat.


Penulis: HM JA

Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran Jogja Aktual:

https://whatsapp.com/channel/0029VbBe2pMATRSqxbRi831Q

© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com