Breaking News

Penyalahgunaan Dana Desa di Kalurahan Ngunut, Refleksi Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas ‎

warga demo kantor kalurahan ngunut

GUNUNGKIDUL, (DIY), Jogjaaktual.com-- Kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, Gunungkidul, DIY menjadi sorotan publik belakangan ini. Warga setempat melayangkan protes keras, bahkan sampai menggeruduk kantor kalurahan menuntut kejelasan penggunaan anggaran desa, setelah laporan menunjukkan bahwa saldo kas desa hampir habis, sementara sejumlah kegiatan tidak terealisasi seperti mestinya.

‎Berdasarkan pengakuan lurah setempat, terdapat kebocoran dana desa mencapai ratusan juta rupiah, yang diduga melibatkan oknum pamong desa. Penegak hukum saat ini sedang melakukan penyelidikan termasuk pemanggilan pihak yang terlibat, serta audit oleh inspektorat setempat.

‎Kasus ini menunjukkan bahwa ketika pengelolaan anggaran tidak transparan, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat desa. Dana Desa sejatinya adalah instrumen penting untuk pembangunan lokal, mulai dari infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi, tetapi jika dikelola tanpa akuntabilitas, janji tersebut tidak bisa dipenuhi. Penduduk yang berunjuk rasa jelas menunjukkan kekecewaan mereka terhadap ketidakjelasan aliran dana dan kurangnya pertanggungjawaban.

‎Selain itu, kasus ini juga menyoroti bahwa masalah penyalahgunaan anggaran desa bukan hanya soal satu individu, tetapi berkaitan dengan sistem pengawasan yang lemah. Ketergantungan pada oknum tertentu tanpa mekanisme kontrol internal yang kuat membuka celah bagi tindakan yang merugikan publik. Untuk itu, penegakan hukum harus bersifat tegas, tanpa pandang bulu, sehingga masyarakat merasa dilindungi dan percaya bahawa aturan benar-benar dijalankan.

‎Lebih jauh lagi, kasus ini harus menjadi momentum bagi pemerintah desa di seluruh Indonesia untuk memperkuat budaya transparansi. Penggunaan teknologi informasi (misalnya laporan online dan akses publik terhadap anggaran), serta keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan dana desa, sangat penting dalam mencegah praktik serupa di masa depan.

‎Singkatnya, peristiwa di Kalurahan Ngunut bukan sekadar persoalan administratif, tetapi ujian bagi komitmen kita terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Jika tidak ditangani dengan serius, kasus seperti ini akan terus mengikis kepercayaan masyarakat terhadap program pembangunan desa, padahal tujuan awal Dana Desa adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, bukan sebaliknya.


Penulis: Redaksi

Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran Jogja Aktual:

https://whatsapp.com/channel/0029VbBe2pMATRSqxbRi831Q

© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com