GUNUNGKIDUL, (DIY), Jogjaaktual.com-- Kunjungan kerja yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul kembali menuai sorotan publik. Pasalnya, sejumlah agenda yang dilaksanakan di luar daerah dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi penyelesaian persoalan di Gunungkidul. Kegiatan yang seharusnya menjadi sarana menyerap aspirasi dan mencari solusi justru terkesan formalitas belaka.
Masyarakat mempertanyakan urgensi kunjungan kerja tersebut, terutama ketika berbagai persoalan mendesak masih terjadi, mulai dari infrastruktur jalan rusak, pengelolaan air bersih, hingga kesejahteraan petani dan nelayan. Hingga kini, belum terlihat adanya kebijakan konkret atau terobosan baru yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
Menurut politisi Senior Ratno Pintoyo menyebut, transparansi hasil kunjungan kerja juga menjadi catatan penting. Laporan yang disampaikan cenderung normatif dan tidak menjelaskan secara rinci apa saja yang diperoleh serta bagaimana rencana tindak lanjutnya. Akibatnya, publik menilai kunjungan kerja hanya menghabiskan anggaran daerah tanpa kejelasan output.
Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, DPRD seharusnya mampu menunjukkan kinerja yang lebih terukur. Kunjungan kerja idealnya fokus pada studi banding yang relevan dan benar-benar bisa diadaptasi sesuai kondisi Gunungkidul, bukan sekadar agenda rutin tahunan.
Ke depan, masyarakat berharap DPRD Gunungkidul lebih selektif dalam merencanakan kunjungan kerja dan terbuka dalam menyampaikan hasilnya. Tanpa evaluasi dan tindak lanjut yang jelas, kunjungan kerja hanya akan menjadi perjalanan dinas yang jauh dari kepentingan rakyat.
Penulis: Redaksi
Ikuti Saluran Jogja Aktual:



Social Header