JOGJAAKTUAL.com-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat gerakan penghematan energi nasional. Langkah ini dimulai dari hal yang paling sederhana dalam lingkup rumah tangga, yakni penggunaan gas Elpiji (LPG) yang bijak.
Dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Colomadu, Kamis (26/3/2026), Bahlil menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membiarkan kompor menyala sia-sia.
“Kalau masak pakai LPG, jika masakannya sudah matang, alangkah baiknya langsung dimatikan. Jangan boros,” tegas Bahlil.
Meskipun saat ini pasokan gas dalam negeri dipastikan dalam kondisi aman, pemerintah memandang kerja sama dari masyarakat sebagai faktor kunci dalam menjaga ketahanan stok energi jangka panjang. Bahlil meyakini bahwa perubahan perilaku kecil di tingkat rumah tangga akan memberikan dampak besar bagi kedaulatan energi bangsa.
“Saya memohon dan menyarankan, ayo kita memakai energi dengan bijak. Jika kerja sama antara rakyat dan pemerintah ini berjalan baik, insyaallah kondisi energi kita ke depan akan semakin kuat,” tambahnya.
Selain fokus pada penggunaan LPG, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu opsi yang tengah dikaji secara mendalam adalah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi para pekerja.
Wacana ini muncul sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia.
“Kami sedang mengkaji apakah kita membutuhkan WFH. Menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana kita melakukan penghematan terhadap BBM,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Di tengah kekhawatiran krisis energi global, pemerintah memberikan jaminan bahwa ketahanan energi nasional tetap terkendali. Menjelang momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026, stok BBM, LPG, hingga pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah terus memantau situasi secara real-time guna memastikan tidak ada gangguan distribusi yang dapat menghambat aktivitas masyarakat selama masa libur panjang tersebut.
Penulis: HM JA
Editor: Redaksi.
Ikuti Saluran Jogja Aktual:



Social Header