Breaking News

Anggota DPRD Kota Yogyakarta Kecam Dugaan Penganiayaan di Daycare Yogyakarta: Minta Kasus Diusut Tuntas

 


YOGYAKARTA, JOGJAAKTUAL.com – Kejadian yang menyedihkan kembali menjadi sorotan publik. Dugaan kasus penganiayaan anak di sebuah tempat penitipan anak atau daycare di Kota Yogyakarta kini tengah menghebohkan jagat media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Kasus ini terkuak setelah sejumlah orang tua murid membagikan bukti dan kesaksian peristiwa yang menimpa anak-anak mereka melalui berbagai platform digital.

Informasi mengenai peristiwa ini mulai menyebar luas setelah banyak warga membaca ulasan yang dipublikasikan di Google Maps. Ulasan tersebut mengungkap sisi gelap dari lembaga yang selama ini diharapkan dapat memberikan pelayanan dan perawatan yang aman bagi anak-anak. Berdasarkan laporan yang beredar, tindakan kekerasan yang diduga dilakukan pengasuh terbilang sangat kejam, di antaranya dengan cara mengikat, menyeret, hingga memukul anak-anak yang berada di bawah pengawasan mereka.

Salah satu orang tua menceritakan kronologi kejadian yang dialami anaknya pada Juli 2023 lalu. Awalnya ia menemukan bekas luka cubitan di lengan anaknya, namun pihak pengelola semula memberikan alasan bahwa bekas luka tersebut hanya muncul karena anak merasa gatal. Namun setelah orang tua tersebut menyatakan bahwa ia akan membawa anaknya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan pembuatan surat keterangan resmi, barulah pengelola mengakui bahwa salah satu pengasuh telah melakukan kesalahan yang tidak seharusnya terjadi.

Selain itu, terungkap juga adanya dugaan upaya untuk menutupi perbuatan yang dilakukan. Anak-anak diduga diberikan pengajaran agar tidak menceritakan apa pun yang terjadi di dalam lingkungan daycare kepada orang tua mereka, dengan tujuan agar perlakuan buruk tersebut tidak terungkap ke permukaan.

Menanggapi informasi yang beredar luas ini, lokasi tempat penitipan anak tersebut kini telah dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Kabar bahwa tim kepolisian setempat telah melakukan penggerebekan di lokasi juga turut memperkuat bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius oleh pihak berwenang.

Namun di tengah proses hukum yang berjalan, muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak netizen yang menyayangkan dugaan yang menyebutkan bahwa pengelola tempat penitipan anak berusaha menutupi jejak perbuatan mereka. Salah satu cara yang diduga dilakukan adalah dengan menghapus ulasan negatif yang masuk dan menutup akun media sosial yang dimiliki, seolah-olah ingin menghilangkan semua bukti dan jejak yang ada.

Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PKS, Nurcahyo Nugroho, menegaskan bahwa peristiwa ini sangat tidak pantas dan melanggar hak asasi manusia serta keamanan anak sebagai warga negara. Ia mengecam keras tindakan yang diduga terjadi dan menuntut agar kasus ini diselesaikan secara tuntas tanpa ada yang terlepas dari pertanggungjawaban hukum.

Saya meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Bagi orang tua yang pernah menitipkan anak dan mendapatkan perlakuan yang tidak baik atau penganiayaan, segera laporkan diri dan sampaikan kesaksian yang dimiliki agar semua fakta dapat terungkap dengan jelas,” ujar Nurcahyo saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).

Politisi yang juga dikenal aktif mengusung isu perlindungan hak anak ini juga mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan peran pengawasan terhadap seluruh lembaga yang bergerak di bidang pelayanan anak. Ia meminta Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan untuk lebih ketat memantau dan mengawasi seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang beroperasi di wilayahnya, baik yang sudah berjalan maupun yang baru akan didirikan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta. “Kami meminta dinas tersebut untuk segera memberikan bantuan dan penanganan trauma kepada anak-anak yang menjadi korban, agar mereka dapat pulih kembali secara fisik dan mental setelah mengalami peristiwa yang menakutkan ini,” tambahnya.

Nurcahyo juga memberikan pesan penting bagi seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap peristiwa ini tidak sampai mencoreng citra baik Kota Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai Kota Pelajar yang aman, nyaman, dan ramah terhadap anak-anak.

Nurcahyo juga menjelaskan, saat ini DPRD Kota Yogyakarta tengah membahas Raperda Penyelenggaraan Kota Layak Anak, guna pemenuhan hak-hak anak di Yogyakarta.

Ia pun berharap semua pihak dapat bekerja sama dengan baik, sehingga setiap tempat yang menangani anak-anak dapat beroperasi dengan penuh tanggung jawab dan selalu mengutamakan keselamatan serta kesejahteraan anak sebagai hal yang paling utama.


(Redaksi)

© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com