GUNUNGKIDUL, JOGJAAKTUAL.com-- Kabar baik bagi wisatawan dan warga Pacarejo. Jembatan penghubung antara objek Wisata Kali Suci dengan Wisata Telaga Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, yang sebelumnya amblas, kini resmi memasuki tahap perbaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, AP, M.Si, mengonfirmasi hal tersebut melalui sambungan telepon pada Kamis sore (23/04/2026). Menurutnya, proyek ini dikerjakan secara swakelola dengan anggaran kurang dari Rp200 juta.
Kerusakan jembatan sebelumnya disebabkan oleh kondisi pondasi yang tidak lagi kuat menahan beban dan derasnya aliran sungai, terutama saat musim hujan. Untuk mencegah kejadian serupa, DPUPRKP melakukan sejumlah penguatan.
Pondasi lama yang berukuran 4 meter x 4 meter akan diperbesar menjadi 4 meter x 5 meter. Pelebaran ini bertujuan menambah daya dukung tanah dan stabilitas struktur. Selain itu, konstruksi jembatan baru nantinya akan diperkuat menggunakan tulang cor beton pada bagian rangka utama. “Dengan tambahan tulangan dan beton berkualitas, jembatan akan jauh lebih kokoh untuk dilalui wisatawan maupun warga,” jelas Rahmadiyan.
Jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan dua destinasi unggulan di Pacarejo. Wisata Kali Suci dikenal dengan kegiatan cave tubing menyusuri sungai bawah tanah, sedangkan Telaga Jonge menawarkan panorama telaga alami dengan spot foto ikonik. Amblasnya jembatan sempat memutus jalur lingkar wisata, sehingga pengunjung harus memutar lebih jauh.
Perbaikan jembatan ini disambut lega oleh Suroso (45), warga Pacarejo yang sehari-hari berjualan di dekat lokasi Telaga Jonge mengaku terdampak sejak jembatan putus.
“Alhamdulillah akhirnya diperbaiki. Sejak jembatan amblas, pengunjung turun banyak karena harus muter jauh. Dagangan saya sepi. Semoga sebulan benar-benar selesai dan jembatannya lebih kuat,” ujarnya.
Senada, Siti (32), pemandu wisata cave tubing Kali Suci, berharap perbaikan ini bisa mengembalikan arus wisatawan.
“Dulu tamu bisa langsung lanjut ke Telaga Jonge setelah susur sungai. Sekarang mereka banyak yang batal karena aksesnya muter. Kalau jembatan jadi, paket wisatanya bisa nyambung lagi,” katanya.
Rakhmadian menargetkan perbaikan dapat rampung dalam waktu satu bulan ke depan, selama cuaca mendukung dan tidak ada kendala teknis di lapangan. “Kami upayakan secepatnya selesai agar aktivitas wisata kembali normal, terutama menjelang libur panjang,” tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan pelaku wisata untuk bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Setelah selesai, jembatan diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar objek wisata, memperlancar mobilitas warga, dan mendongkrak kunjungan wisata di kawasan Semanu.
(HM JA)



Social Header