Breaking News

Menjemput Mimpi di Atas Fondasi Pengabdian: Kisah Pak Affan dan Asa Rumah Layak Huni ‎

 


KULON PROGO , JOGJAAKTUAL.com– Di bawah terik matahari Kulon Progo, deru cangkul yang menghantam tanah dan tawa renyah para prajurit TNI memecah kesunyian di Padukuhan Jurug, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Di sudut sana, seorang pria paruh baya menatap nanar ke arah tumpukan bata yang mulai meninggi. Ia adalah Affan Kristianto, sosok yang kini tengah menyaksikan mimpinya yang sempat tertunda bertahun-tahun, perlahan menjadi nyata.

‎Affan bukanlah sekadar penerima bantuan. Ia adalah potret ketabahan warga yang selama ini berdamai dengan kondisi rumah tidak layak huni (RTLH). Namun, melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 TA 2026, garis nasibnya mulai berubah warna.

‎Sejak alat berat dan personel TNI tiba di desanya, ritme hidup Affan berubah. Pengerjaan yang dimulai dari penggalian lubang fondasi kini telah menunjukkan progres yang signifikan. Hingga Selasa (28/4/2026), dinding-dinding kokoh mulai berdiri, bersanding dengan kusen pintu dan jendela yang terpasang presisi.

‎Ini bukan sekadar proyek fisik konstruksi. Di setiap adukan semen, terdapat semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Para prajurit dari Kodim 0731/Kulon Progo bekerja bahu-membahu dengan warga sekitar, membuktikan bahwa sinergi adalah kunci pembangunan di pelosok negeri.

‎Bagi Affan, rumah adalah tempat memulai harapan. Selama bertahun-tahun, keinginan untuk memiliki hunian yang sehat dan layak hanyalah doa yang ia langitkan setiap malam.

‎"Sudah lama sekali kami menginginkan memiliki rumah layak huni dan sehat," ujar Affan dengan suara yang sedikit bergetar karena haru. "Alhamdulillah, syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan terima kasih kepada Pak TNI. Keinginan kami segera terwujud melalui program TMMD ini."

‎Wajahnya yang legam terpapar matahari tak mampu menyembunyikan binar kebahagiaan. Baginya, kehadiran TNI bukan sekadar membangun tembok, melainkan membangun martabat keluarganya agar bisa tinggal di tempat yang lebih manusiawi.

‎Pembangunan rumah Affan ditargetkan selesai tepat waktu agar bisa segera ditempati dengan nyaman. Sembari memantau perkembangan bangunan, Affan tak henti-hentinya memanjatkan doa bagi para prajurit yang telah bekerja keras di bawah terik dan debu.

‎"Semoga pengerjaan ini berjalan lancar. Semoga bantuan ini dicatat sebagai amal kebaikan bagi bapak-bapak TNI," pungkasnya menutup pembicaraan.

‎Kisah Pak Affan adalah satu dari sekian banyak bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar program rutin militer. Ia adalah jembatan yang menghubungkan ketertinggalan dengan kemajuan, serta mengubah tangis kekurangan menjadi senyum kesejahteraan. Di Kulon Progo, sejarah baru sedang ditulis di atas fondasi-fondasi rumah rakyat.


(HM JA)

© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com