Breaking News

Siswa SD Jatuh dari Jembatan, RSUD Wonosari Gerak Cepat Tangani Korban

 


GUNUNGKIDUL, JOGJAAKTUAL.com-- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari bergerak cepat menangani seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar berinisial KA (12), yang mengalami kecelakaan jatuh dari jembatan sungai di belakang sekolahnya pada Senin (6/4/2026). Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif akibat cedera patah tulang kaki yang dideritanya.

‎Wakil Direktur Administratif dan Keuangan RSUD Wonosari, Zainal Arifin, S.ST., Ners, M.K.M, mengonfirmasi bahwa pihak rumah sakit telah mengambil langkah-langkah medis darurat sejak korban tiba di ruang perawatan.

"Korban saat ini telah mendapatkan perawatan awal oleh tim medis. Kami mulai melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan stabilitas kondisi korban, serta fokus pada penanganan serius terhadap cedera kaki yang dialami," ujar Zainal Arifin saat memberikan keterangan pada Selasa (7/4/2026).

Kronologi Kejadian

‎Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (6/4) di jembatan belakang SD Baru, Tegalmulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul. Berdasarkan informasi yang dihimpun, KA yang merupakan warga Perum Grand Handayani, Besari, Siraman, terjatuh saat jam istirahat sekolah berlangsung.

‎Korban dilaporkan sedang duduk bersama rekan-rekannya di pinggir jembatan sungai tersebut. Namun, pagar pengaman jembatan tiba-tiba patah, menyebabkan siswa kelas 6 tersebut terjatuh ke dasar sungai dari ketinggian kurang lebih tiga meter.

‎Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa kondisi dasar sungai yang kering dan dipenuhi bongkahan batu memperparah dampak benturan.

‎“Di bawahnya tidak ada air, hanya bongkahan batu, sehingga korban mengalami cedera cukup serius saat mendarat,” jelas Purwono.

Proses Evakuasi Cepat

‎BPBD Gunungkidul menerjunkan Regu 1 segera setelah menerima laporan dari pihak sekolah. Purwono menyebutkan proses evakuasi berlangsung dramatis namun cepat, hanya memakan waktu sekitar 10 menit meskipun medan dasar sungai cukup berisiko.

‎Pihak penyelamat menekankan pentingnya prosedur evakuasi yang hati-hati guna mencegah cedera tambahan pada tulang korban yang diduga patah.

‎"Kami memastikan korban tidak mengalami pergerakan berlebihan selama proses pengangkatan dari dasar sungai agar kondisinya tetap stabil hingga sampai di rumah sakit," tambahnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan orang tua korban terus mendampingi proses pemulihan KA di RSUD Wonosari. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan rutin fasilitas keamanan di lingkungan sekitar sekolah.


Penulis: HM JA

Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran Jogja Aktual:

https://whatsapp.com/channel/0029VbBe2pMATRSqxbRi831Q

© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com