Breaking News

Warga Mangiran Keluhkan Pencemaran Air Sumur, Diduga Akibat Limbah SPPG yang Tak Terkelola

 


BANTUL , JOGJAAKTUAL.com– Masalah pencemaran lingkungan mencuat di wilayah Mangiran, Trimurti. Agus Indrianta (55), warga Mangiran RT 129, DK 19 Sapuangin, mengeluhkan kondisi air sumurnya yang berubah drastis menjadi berbau menyengat dan mengeluarkan busa. Kondisi ini diduga kuat akibat aktivitas pembuangan limbah dari fasilitas SPPG di sekitar pemukiman.

Menurut pengakuan Agus, kondisi air yang tak layak konsumsi ini sudah berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. Ironisnya, meski sudah melapor langsung ke pihak SPPG pada tanggal 15 April lalu, laporan tersebut seolah membentur dinding kosong.

"Sudah tiga minggu tidak ada tindak lanjut dari SPPG. Saya sudah mengeluh langsung tanggal 15 April, tapi tidak ada tanggapan sama sekali," ujar Agus saat ditemui awak media, Kamis (30/4).

Akibat pencemaran tersebut, Agus dan keluarga terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air kemasan setiap harinya hanya demi kebutuhan memasak dan konsumsi harian.

Karjiyem, S.Si.T.,S.Pd., M.Kes, Selaku Panewu Srandakan merespon cepat apa yang menjadi keluhan warganya yang masuk pada hari selasa lalu dan langsung mengambil langkah taktis dengan menggelar koordinasi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimda). Pertemuan ini dilakukan guna mencari solusi konkret atas permasalahan yang melibatkan pihak SPPG Trimurti Srandakan.

Langkah mediasi yang dilakukan membuahkan hasil positif bagi warga yang terdampak. Berdasarkan hasil kesepakatan koordinasi tersebut, saat ini warga telah mendapatkan bantuan berupa pembuatan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk pemenuhan kebutuhan air.

Tak hanya itu, sebagai langkah penanganan darurat, Karjiyem juga meminta pihak terkait (SPPG Trimurti, Srandakan,Bantul) agar menjamin fasilitasi bantuan air bersih secara rutin bagi warga terdampak selama 10 hari ke depan.

Lebih lanjut Panewu Srandakan menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor ini merupakan komitmen pemerintah kapanewon dalam memastikan setiap aduan masyarakat mendapatkan penanganan segera, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan fasilitas publik. Dengan adanya bantuan air bersih dan pembangunan infrastruktur sumur bor ini, diharapkan beban warga dapat segera teratasi sementara proses perbaikan terus berjalan.

Poin-Poin utama yang dihasilkan saat koordinasi adalah Pembuatan sumur bor untuk warga terdampak dan dropping air bersih selama 10 hari selama pengerjaan sumur dinyatakan selesai atau sampai keluar hasil uji lab air yang diambil. 

Titik terang baru muncul setelah Agus melaporkan masalah ini ke tingkat kecamatan. pihak SPPG akhirnya mulai bergerak dengan membuatkan sumur baru untuk keluarga Agus. Namun, bagi Agus, pembuatan sumur hanyalah solusi jangka pendek. Ia mendesak agar akar permasalahannya, yakni sistem pengolahan limbah, segera dibenahi secara total.

Sementara pantauan awak media di lokasi pada hari ini (30/4) menunjukkan adanya kejanggalan. Terlihat sebuah grease trap (penjebak lemak) yang terpasang baru-baru ini dan pada alat water meter yang terpasang, angka masih menunjukkan "0", yang mengindikasikan bahwa sistem pengolahan tersebut belum pernah dioperasikan sejak dipasang.

Informasi tambahan didapat dari tenaga servis di lokasi. Mereka menyebutkan terdapat dua lubang resapan dengan kedalaman 2,5 meter menggunakan buis beton berdiameter 90 cm. Mirisnya, pekerja servis mengakui b9ahwa saat dasar resapan dicek, limbah diduga langsung meresap ke tanah tanpa lapisan pelindung yang jelas.

"Dasar resapan pernah dibuka, diduga langsung ke tanah dan tidak tahu persis apakah bawahnya dicor atau tidak," ungkap salah satu pekerja.

Adanya polemik sepertiini, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul telah mendatangi lokasi untuk melakukan verifikasi. Petugas telah mengambil sampel air limbah serta air sumur milik warga untuk diuji di laboratorium guna memastikan kadar pencemaran dan zat kimia yang terkandung di dalamnya.


(Redakai)

© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com