SRAGEN, JOGJAAKTUAL.com— Agenda besar yang bersejarah bakal menyemarakkan perayaan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, dijadwalkan melakukan muhibah budaya ke Bumi Sukowati pada Juni 2026 mendatang.
Tidak sekadar kunjungan biasa, orang nomor satu di DIY tersebut direncanakan akan menginap untuk melakukan napak tilas perjuangan leluhurnya, Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan HB I).
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menegaskan bahwa hingga saat ini agenda kunjungan agung tersebut masih berjalan sesuai rencana awal tanpa ada perubahan.
"Ini belum ada perubahan. Belum ada informasi untuk pembatalan. Jadi, masih on schedule," tegas Sigit saat dikonfirmasi terkait kepastian jadwal kunjungan, Senin (18/5/2026).
Bupati menambahkan, fokus utama dari kunjungan ini adalah misi kebudayaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen pun tengah menyiapkan serangkaian penyambutan tradisi yang sakral dan meriah untuk menyambut sang Raja Yogyakarta.
"Acaranya terkait dengan Muhibah Budaya. Nanti insyaallah rencananya kita akan ajak beliau salah satunya ke Pendopo Mangkubumi. Di sana juga ada acara-acara kesenian yang kami gelar," lanjut Sigit.
Napak tilas ini diproyeksikan menjadi momen penting untuk merajut kembali benang merah sejarah antara Yogyakarta dan Sragen. Sri Sultan HB X bakal menelusuri jejak-jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi saat mengobarkan perlawanan sengit terhadap penjajah Belanda di wilayah yang dulu dikenal sebagai Sukowati tersebut.
Asisten I Setda Sragen, Sutrisna, mengungkapkan bahwa rute dan titik petilasan yang akan dikunjungi Sultan saat ini sedang dimatangkan oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen.
“Rencananya Sultan akan hadir pada 25 Juni 2026. Beberapa tempat yang masuk pembahasan di antaranya wilayah Jekawal, Gua Mangkubumi di Gebang, hingga joglo di Krikilan Masaran,” rinci Sutrisna.
Desa Jekawal di Kecamatan Tangen diprediksi menjadi salah satu titik sentral kunjungan. Secara historis, kawasan ini pernah dijadikan pusat pertahanan yang kuat oleh Pangeran Mangkubumi, lengkap dengan tata ruang yang dirancang menyerupai ibu kota kerajaan.
Untuk menyambut kedatangan Sultan di desa bersejarah ini, Pemkab Sragen juga tengah menyiapkan pertunjukan tarian budaya khusus.
Kunjungan Sri Sultan HB X ini dipastikan akan menjadi penutup (grand closing) yang manis bagi seluruh rangkaian perayaan HUT Sragen tahun ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Hargiyanto, menyebutkan bahwa agenda Hari Jadi ke-280 kali ini memang dirancang sangat padat dan melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Kami menyediakan anggaran pendamping sebesar Rp60 juta. Kegiatan pokok seperti malam tirakatan, ziarah lokal, hingga ziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri tetap masuk agenda utama," kata Hargiyanto.
Selain agenda sakral dan seremonial, kemeriahan hari jadi juga disebar di 21 titik berbeda di seluruh wilayah Sragen. Beragam acara mulai dari Festival Prehistory hingga turnamen olahraga Bupati Cup 2026 siap memanjakan warga lokal.
Melalui momentum kunjungan Sri Sultan HB X ini, Pemkab Sragen berharap dapat menguatkan kembali identitas dan nilai sejarah Bumi Sukowati sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan besar peradaban Mataram Islam.
Uniknya, perayaan HUT Sragen tahun ini diprediksi akan semakin terasa khidmat karena berdekatan dengan momen Hari Raya Idul Adha. Pemerintah daerah pun menargetkan seluruh rangkaian acara kebudayaan dan keagamaan ini dapat berjalan beriringan dengan lancar.
(HM JA)



Social Header