Breaking News

Arief Gunadi Resmi Pimpin PKB Gunungkidul Periode 2026–2031, Siap Perkuat Kaderisasi dan Organisasi

GUNUNGKIDUL, JOGJAAKTUAL.com — Arief Gunadi, S.Ag, S.Pd.I resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gunungkidul untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB melalui serangkaian proses seleksi yang berlangsung ketat, Kamis (11/6/2026).

‎Proses penentuan ketua DPC dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penjaringan calon, uji kompetensi, hingga uji kelayakan dan kepatutan yang melibatkan jajaran DPP PKB.

‎Usai menerima amanah tersebut, Arif Gunadi menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk membawa PKB Gunungkidul semakin dekat dengan masyarakat.

‎Ia mengajak seluruh kader PKB, keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), insan pers, dan masyarakat Gunungkidul untuk bersama-sama mengawal perjuangan partai dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

‎"Jabatan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, moralitas, komitmen, dan loyalitas terhadap perjuangan partai," kata Arief


‎Menurut dia, kepemimpinannya selama lima tahun ke depan akan difokuskan pada tiga hal utama, yakni pengabdian kepada masyarakat, penguatan kaderisasi, dan penggerakan organisasi secara berkelanjutan.

‎"Orientasi saya adalah pengabdian, pengkaderan, dan menggerakkan organisasi. Mesin partai harus terus bergerak agar kehadiran PKB benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.


‎Arief menilai tantangan politik ke depan menuntut partai untuk semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, ia berencana melakukan penyegaran dan restrukturisasi kepengurusan dengan memadukan pengalaman kader senior serta kapasitas kader muda yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi dan manajemen organisasi.

‎Menurutnya, kolaborasi antargenerasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas jangkauan partai di tengah masyarakat.

‎Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan partai politik tidak semata-mata diukur dari jumlah kursi legislatif atau kemenangan dalam pemilihan kepala daerah. Lebih dari itu, keberhasilan partai harus tercermin dari kemampuan menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada kader maupun masyarakat luas.

‎Dalam kesempatan tersebut, Arief Gunadi turut membeberkan proses seleksi yang harus dilalui para calon ketua DPC. Seluruh peserta, kata dia, mengikuti serangkaian tes yang mencakup psikotes, tes akademik, kemampuan manajerial, hingga penyusunan proposal strategis pembangunan partai.

‎Proposal tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan jajaran DPP PKB dengan materi yang mencakup strategi peningkatan perolehan kursi legislatif, penguatan basis pemilih, serta upaya merangkul generasi muda dan perempuan dalam aktivitas politik partai.

‎Selain posisi ketua, Arif menilai peran sekretaris dan bendahara juga sangat penting dalam menopang kinerja organisasi. Kedua posisi tersebut harus diisi figur yang memiliki kemampuan administrasi, penguasaan teknologi informasi, serta tata kelola keuangan yang akuntabel.

‎Meski demikian, ia menegaskan bahwa penetapan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PKB merupakan kewenangan penuh DPP PKB.

"Siapapun yang ditetapkan DPP sebagai Ketua, Sekretaris, dan Bendahara harus mendapat dukungan penuh dari seluruh kader. Dengan kebersamaan dan soliditas, PKB akan semakin bangkit dan siap menghadapi berbagai kompetisi politik di masa mendatang," tegasnya.


(Redakai)


© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com