GUNUNGKIDUL, JOGJAAKTUAL.com – Proses penjaringan dan penyaringan calon pamong Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, memasuki tahapan ujian seleksi pada Sabtu (13/6/2026). Sebanyak lima peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi mengikuti ujian untuk memperebutkan dua formasi jabatan dukuh, yakni Dukuh Kenteng dan Dukuh Bototengah.
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Pamong Kalurahan Botodayaan, Supriyanta, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti seleksi telah memenuhi persyaratan administrasi dan berhak mengikuti tahapan ujian tertulis maupun praktik.
"Kelima peserta telah lolos seleksi administrasi sehingga berhak mengikuti tahapan ujian sebagai bagian dari proses penjaringan dan penyaringan calon pamong kalurahan," kata Supriyanta.
Adapun formasi Dukuh Kenteng diikuti dua peserta, yakni Arvian Dwi Pratama dan Heru Ruswanto. Sementara formasi Dukuh Bototengah diikuti tiga peserta, yaitu Sigit Susilo, Erna Pusniati, dan Rendy Muhammad Prasetya.
Sebelum pelaksanaan ujian, panitia telah menggelar kegiatan pembekalan bagi para calon pamong pada Kamis (11/6/2026) di Balai Kalurahan Botodayaan. Kegiatan tersebut diikuti seluruh peserta yang lolos tahap administrasi, terdiri atas dua calon Dukuh Kenteng dan tiga calon Dukuh Bototengah.
Dalam pembekalan tersebut, Lurah Botodayaan, Wasija, A.Md., memberikan motivasi kepada para peserta agar mempersiapkan diri dengan baik menjelang pelaksanaan ujian.
"Belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa berdoa agar dapat mengerjakan soal ujian dengan baik," pesan Wasija kepada para peserta.
Sementara itu, Panewu Rongkop yang diwakili Kepala Jawatan Praja (Kajapra) Rongkop, Rahmawati, S.IP., mengingatkan para calon pamong untuk meningkatkan ketelitian dan kesungguhan dalam menghadapi seluruh tahapan seleksi.
Rahmawati menjelaskan, proses penjaringan dan penyaringan pamong kalurahan tidak berhenti setelah ujian selesai. Masih terdapat sejumlah tahapan administrasi yang harus dilalui sebelum calon terpilih dapat dilantik.
"Setelah ujian selesai, masih ada proses permohonan rekomendasi dari Panewu. Selanjutnya lurah mengajukan rekomendasi kepada Bupati. Setelah rekomendasi bupati diterbitkan, lurah baru dapat mengeluarkan surat keputusan pengangkatan sebagai dasar pelantikan," ujarnya.
Supriyanta menambahkan, pelaksanaan ujian pada Sabtu berlangsung di Balai Kalurahan Botodayaan dengan pengawasan panitia dan pihak terkait guna menjamin proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui proses seleksi tersebut, Pemerintah Kalurahan Botodayaan berharap dapat memperoleh sosok dukuh yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Padukuhan Kenteng maupun Padukuhan Bototengah.
Formasi Dukuh Kenteng: Arvian Dwi Pratama mendapat 67,33 poin, disusul Heru Ruswanto dengan 53,68 poin.
Formasi Dukuh Bototengah: Rendy Muhammad Prasetya memperoleh 68,35 poin, diikuti Erna Pusniati 60,05 poin, dan Sigit Susilo 45,15 poin.
(Redaksi)



Social Header