Breaking News

Bupati Gunungkidul Lantik Tiga Pejabat Strategis, Endah: Jabatan Bukan Sekadar Kedudukan

 


GUNUNGKIDUL, JOGJAAKTUAL.com – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Prosesi pelantikan berlangsung di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Selasa (14/7/2026) siang. Tiga pejabat tersebut akan menduduki posisi strategis yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, persoalan sosial, hingga penegakan peraturan daerah.

Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul, Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Kejaksaan Negeri Gunungkidul, TNI, Polri, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Tiga pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Dr. Diah Prasetyorini dipercaya menduduki jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari. Sebelumnya, Diah menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wonosari.

Kemudian, Arham Masudi resmi menjabat Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Gunungkidul. Sebelum dilantik, Arham menduduki posisi Kepala Bagian Protokol, Komunikasi Pimpinan dan Rumah Tangga Sekretariat Daerah Gunungkidul.

Sementara Arisandi Purba dipercaya memimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul. Ia sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul.

Dalam arahannya, Endah mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan administratif. Posisi yang diberikan pemerintah, menurut dia, merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata.

Para pejabat diminta bekerja profesional, berpegang pada peraturan perundang-undangan, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam mengambil kebijakan.

"Jadilah pemimpin yang mampu memberikan teladan, membangun kolaborasi dengan seluruh jajaran, serta menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bekerjalah dengan jujur, disiplin, berintegritas, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat," kata Endah.

Endah juga memberi peringatan agar kewenangan yang melekat pada jabatan tidak disalahgunakan. Tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel dinilai menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi tiga pejabat baru. Terlebih, instansi yang kini mereka pimpin memiliki tantangan besar dan berada dalam sorotan pelayanan masyarakat.

Menurut Endah, kompleksitas persoalan pemerintahan ke depan membutuhkan pejabat yang tidak hanya memahami birokrasi. Pemimpin OPD dituntut adaptif, bekerja cepat, serta responsif membaca kebutuhan masyarakat.

Pelantikan ini pun menjadi awal pembuktian. Publik kini menunggu sejauh mana tiga pejabat tersebut mampu menerjemahkan pesan integritas dan pelayanan publik ke dalam kinerja nyata, bukan berhenti sebatas seremoni dan sumpah jabatan(HM JA)

© Copyright 2022 - Jogjaaktual.com