SLEMAN, JOGJAAKTUAL.com– Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Sleman memasuki babak baru. Kepengurusan periode terbaru yang dipimpin Dhanang Purwantoro resmi dikukuhkan di Cupuwatu Campfire, Kalasan, Sleman, Kamis (30/7/2026) malam, dengan membawa visi besar menjadikan olahraga arung jeram bukan hanya sebagai arena kompetisi, tetapi juga penggerak pariwisata, pelestarian lingkungan, dan aksi kemanusiaan.
Momentum pelantikan itu mendapat dukungan luas dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, komunitas olahraga, organisasi relawan, hingga Pengurus Pusat STAK Yogyakarta yang hadir sebagai bentuk komitmen membangun kolaborasi lintas sektor.
Ketua FAJI Sleman, Dhanang Purwantoro, menegaskan kepengurusan yang baru tidak akan berhenti pada agenda organisasi semata. Menurutnya, FAJI Sleman harus mampu menjadi organisasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
"Kami membawa empat fokus utama, yakni prestasi, pariwisata, lingkungan hidup, dan rescue. Empat pilar ini akan menjadi arah gerak FAJI Sleman ke depan. Kami ingin membangun organisasi yang solid, melahirkan atlet berprestasi, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pelestarian alam," ujar Dhanang.
Ia menilai potensi sungai dan kawasan wisata alam di Sleman merupakan aset yang harus dikelola secara profesional. Selain menjadi lokasi pembinaan atlet, kawasan tersebut juga memiliki peluang besar dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ketua FAJI Daerah Istimewa Yogyakarta, Langgeng Basuki, berharap kepengurusan baru segera melakukan pembinaan atlet secara berjenjang dengan menjaring bibit-bibit muda yang potensial.
"Prestasi lahir dari pembinaan yang konsisten. Karena itu kami berharap FAJI Sleman mampu membangun sistem pembinaan sejak usia dini sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Umum STAK Yogyakarta, Sigit Susanto atau yang akrab disapa Cemo. Menurutnya, olahraga arung jeram memiliki nilai strategis karena mampu menggabungkan unsur olahraga, pariwisata, pelestarian lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana.
"STAK Yogyakarta mengucapkan selamat kepada Bapak Dhanang Purwantoro beserta seluruh jajaran pengurus FAJI Sleman yang telah dikukuhkan. Kami siap bersinergi dalam pembinaan atlet, pengembangan wisata olahraga, pelestarian lingkungan, hingga kegiatan kemanusiaan. Kami optimistis, kolaborasi yang kuat akan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional," ujar Cemo.
Ia menambahkan, STAK Yogyakarta memandang arung jeram sebagai olahraga yang memiliki dimensi lebih luas dibanding sekadar mengejar medali. Keberadaan komunitas arung jeram dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian sungai sekaligus memperkuat kapasitas penyelamatan saat terjadi kondisi darurat.
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua FAJI DIY Langgeng Basuki, para Ketua FAJI kabupaten/kota se-DIY, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Heru Saptono mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pariwisata Sleman, Dinas Lingkungan Hidup Sleman, BPBD Sleman, Ketua Relawan STAK Sigit Susanto, Lurah Kalitirto, Carik Madurejo, Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi Kholiq Widiyanto, Ketua PAGODJA DIY, Ketua RGG dan YRKI Totok Agus S., serta perwakilan IOF Pengda DIY Andrian Hadi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan olahraga arung jeram kini tidak lagi dipandang sebagai urusan organisasi olahraga semata, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem yang mampu mendorong prestasi atlet, menggerakkan sektor pariwisata berbasis alam, memperkuat konservasi lingkungan, sekaligus meningkatkan kapasitas kemanusiaan dan kebencanaan.
Dengan kepengurusan baru ini, FAJI Sleman diharapkan menjadi salah satu kekuatan baru olahraga arung jeram di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
(Redaksi)



Social Header