GUNUNGKIDUL,JOGJAAKTUAL.com – Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, memperingati Hari Jadi ke-78 dengan menggelar rangkaian kegiatan budaya yang dipadukan dengan tradisi Rasulan bersama. Perayaan yang berlangsung selama beberapa hari itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Lurah Karangmojo, Agus Budiyono, mengatakan rangkaian peringatan dimulai dengan Karangmojo Expo yang menghadirkan pasar malam dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun Kalurahan Karangmojo.
Beragam pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan peringatan tersebut. Masyarakat menampilkan kesenian jathilan, karawitan, tari tradisional, hingga berbagai pentas budaya yang melibatkan kelompok-kelompok seni dari berbagai padukuhan.
Puncak acara ditandai dengan prosesi gunungan yang diikuti seluruh 16 padukuhan se-Kalurahan Karangmojo. Masing-masing padukuhan menghadirkan gunungan sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang semakin sejahtera.
"Rangkaian kegiatan kami laksanakan selama beberapa hari, mulai dari Karangmojo Expo, ziarah dan tabur bunga, berbagai pentas seni, hingga puncaknya gunungan dari 16 padukuhan," ujar Agus.
Menurut Agus, penyelenggaraan tahun ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada peringatan sebelumnya digelar kirab budaya, maka tahun ini kegiatan tersebut ditiadakan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Meski demikian, semarak peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Karangmojo tetap terasa. Antusiasme masyarakat justru menjadi kekuatan utama penyelenggaraan acara karena sebagian besar kegiatan didukung melalui semangat gotong royong dan swadaya warga.
"Untuk biaya kegiatan, kami mengadakan iuran swadaya masyarakat," kata Agus.
Ia menegaskan, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk merawat nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat Karangmojo. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga dari seluruh padukuhan.
Melalui semangat kebersamaan itu, Pemerintah Kalurahan Karangmojo berharap tradisi yang telah mengakar dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga nilai gotong royong, pelestarian budaya, dan rasa memiliki terhadap daerah tetap tumbuh di tengah perkembangan zaman.
(HM JA)



Social Header