GUNUNGKIDUL,JOGJAAKTUAL.com — Ketika kemarau memaksa warga berjalan jauh demi mendapatkan air bersih, bantuan 100 tangki air menjadi lebih dari sekadar bantuan sosial. Di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, air datang membawa pesan bahwa warga tidak menghadapi krisis air sendirian.
Pengelola wisata On The Rock bersama tokoh masyarakat dan aparat keamanan menyalurkan 100 tangki air bersih kepada warga Banjarejo, Kamis (13/8/2026). Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Penyaluran bantuan didampingi Tokoh Masyarakat Gunungkidul Lilik Thohari, Gideon Suprapto, Sulistiyo, jajaran manajemen On The Rock, serta Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyatna, S.H.
Begitu distribusi tiba di lokasi, warga langsung berdatangan membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung air. Pemandangan tersebut sekaligus memperlihatkan persoalan yang masih berulang setiap musim kemarau: akses terhadap air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi sebagian warga Gunungkidul.
Lilik Thohari menyampaikan apresiasi kepada manajemen On The Rock dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Atas nama masyarakat Gunungkidul, saya mengucapkan terima kasih kepada Manajemen On The Rock atas bantuannya kepada warga yang membutuhkan penyaluran air bersih. Semoga bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Lilik.
Menurut dia, 100 tangki yang disalurkan kali ini merupakan tahap awal. Jika musim kemarau masih berlangsung, bantuan serupa direncanakan kembali disalurkan.
“Ini baru tahap awal, sekitar 100 tangki diluncurkan untuk membantu warga. Ke depan, selama musim kemarau masih berlangsung, insyaallah akan ada tahap kedua,” katanya.
Gideon Suprapto menilai kepedulian semacam ini penting karena air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.
“
Semoga penyaluran bantuan air bersih ini bermanfaat untuk warga, khususnya Gunungkidul. Di saat kemarau seperti ini, bantuan air sangat dibutuhkan warga. Terima kasih untuk On The Rock dan semua pihak yang sudah peduli,” ucapnya.
Ia mengatakan, persoalan kekeringan tidak cukup hanya dipandang sebagai persoalan teknis. Diperlukan kepedulian dan gotong royong dari berbagai elemen masyarakat untuk membantu warga yang terdampak.
Gunungkidul memiliki karakter wilayah karst yang membuat sebagian kawasan memiliki keterbatasan dalam menyimpan cadangan air permukaan. Kondisi tersebut membuat persoalan air bersih kembali menjadi tantangan ketika musim kemarau berkepanjangan.
Bagi warga di wilayah terdampak, air bukan hanya diperlukan untuk minum dan memasak. Kebutuhan mandi, mencuci, serta sanitasi juga bergantung pada ketersediaan air yang memadai.
Karena itu, penyaluran bantuan diprioritaskan kepada dusun-dusun yang dinilai paling membutuhkan.
Mengusung semangat “Air Bersih untuk Semua” dan “Bersama, Kita Berarti”, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Kepedulian dari pelaku usaha, masyarakat, dan aparat diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama menghadapi persoalan kekeringan.
Sebab, di tengah musim kemarau, satu tangki air mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang kesulitan mendapatkan air, satu tangki dapat berarti kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang.
Persoalannya kemudian bukan semata-mata berapa banyak tangki yang disalurkan, melainkan bagaimana solidaritas semacam ini terus tumbuh hingga kebutuhan dasar warga atas air bersih tidak lagi menjadi persoalan yang berulang setiap musim kemarau.
(Redaksi)



Social Header