GUNUNGKIDUL, JOGJAAKTUAL.com-- Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, akan memasuki tahap penentuan. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/9/2026), bersamaan dengan Pilur serentak di sejumlah kalurahan di Gunungkidul.
Di Kalurahan Ngoro-oro, kontestasi diikuti dua calon, yakni Sukasto dengan nomor urut 1 dan Paryoto dengan nomor urut 2. Penetapan nomor urut tersebut dilakukan panitia pada 8 September 2026 dan kedua calon sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk mengikuti kampanye secara damai. ([Desangoro Oro][1])
Menjelang hari pemungutan suara, Paryoto menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses demokrasi tersebut. Ia membawa slogan **“Manunggaling Cipto Roso lan Karso Mbangun Deso Ngoro-oro”** sebagai bagian dari identitas pencalonannya.
Poster Paryoto dengan nomor urut 2 juga telah digunakan sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat selama tahapan kampanye. Dalam materi tersebut, Paryoto tampil mengenakan peci hitam, jas, dan dasi.
Tim pemenangan Paryoto turut mengajak masyarakat yang telah memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara. Namun, ajakan tersebut disampaikan dengan tetap mengacu pada tahapan dan ketentuan Pilur yang telah ditetapkan panitia.
“Besok merupakan hari penentu. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat. Yang terpenting, warga menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani dan menjaga kerukunan meskipun memiliki pilihan yang berbeda,” ujar Tim Pemenangan Paryoto, Jumat (25/9/2026).
Pilur Ngoro-oro menjadi salah satu kontestasi dalam Pilur serentak Gunungkidul 2026. Secara keseluruhan, sebanyak 31 kalurahan di 16 kapanewon melaksanakan pemungutan suara pada 26 September 2026. ([Satpol PP Gunung Kidul][2])
Khusus di Ngoro-oro, panitia telah menyiapkan sembilan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Berdasarkan informasi resmi Kalurahan Ngoro-oro, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat sebanyak 2.960 pemilih yang tersebar di sembilan padukuhan. ([Desangoro Oro][3])
Dengan berakhirnya masa kampanye dan memasuki masa tenang, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Masyarakat diharapkan menjaga suasana tetap kondusif serta menghormati pilihan masing-masing.
Kepastian siapa yang akan memimpin Kalurahan Ngoro-oro selanjutnya akan ditentukan melalui suara warga pada pemungutan suara Sabtu (26/9/2026).
Polres Gunungkidul juga telah melakukan persiapan pengamanan Pilur serentak. Aparat menekankan pentingnya netralitas, keamanan, serta pelaksanaan pemilihan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
(Redaksi)



Social Header