GUNUNGKIDUL,JOGJAAKTUAL.com — Setelah dua periode memimpin Kalurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari, Heri Yuliyanto kembali maju dalam Pemilihan Lurah (Pilur) 2026. Berbekal pengalaman memimpin pemerintahan kalurahan selama dua periode, Heri membawa misi melanjutkan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pengambilan nomor urut calon lurah yang berlangsung di Limasan Kalurahan Ngloro, Selasa (8/9/2026), Heri mendapatkan nomor urut 1. Ia akan berhadapan dengan Agus Hadi Purwoto, warga Tanjungsari, yang memperoleh nomor urut 2.
Kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (14/9/2026) malam, Heri mengatakan keputusannya kembali mencalonkan diri bukan semata-mata untuk mengejar jabatan. Ia ingin meneruskan roda pemerintahan dan pembangunan yang telah dijalankan selama dua periode sebelumnya.
“Tidak ada motivasi, namun kemudian saya akan melanjutkan kembali roda pemerintahan yang telah saya lakukan selama dua periode lalu dan dilanjutkan pada periode ketiga ini,” ujar Heri.
Heri menempatkan keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan warga sebagai fokus utama. Menurut dia, pembangunan Ngloro tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat hubungan antara pemerintah kalurahan, lembaga, dan warga.
Ia menyebut pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dan jambanisasi menjadi salah satu kebutuhan yang akan diprioritaskan. Setelah kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi, pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan Jalan Usaha Tani (JUT) akan menjadi perhatian berikutnya.
“Terutama akan kita penuhi dulu kebutuhan warga, seperti pembangunan RTLH dan jambanisasi. Setelah itu kemudian fasilitas umum seperti jalan umum dan Jalan Usaha Tani (JUT),” katanya.
Heri juga tidak memandang penurunan Dana Desa (DD) sebagai alasan untuk menghentikan pembangunan. Ia mengatakan pemerintah kalurahan masih dapat mencari sumber pembiayaan lain melalui berbagai program pemerintah.
“Dengan anggaran Dana Desa (DD) yang mengalami penurunan maka saya anggap tidak masalah. Masih banyak pihak-pihak lain yang nantinya bisa kami ajak membangun Kalurahan Ngloro, seperti penggunaan dana dari APBD, APBN, Dana Keistimewaan DIY, dan lain sebagainya,” ujar dia.
Dalam kontestasi Pilur 2026, Heri juga memilih menempatkan rivalitas secara proporsional. Ia mengakui Agus Hadi Purwoto memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri dan tidak ingin menjadikan perbedaan pilihan sebagai persoalan di tengah masyarakat Ngloro.
“Beliau pun mempunyai hak yang sama dengan kita. Saya juga tidak menganggap Agus sebagai kompetitor, melainkan sebagai pihak yang memotivasi kita untuk lebih bisa menjadi pesaing yang baik,” kata Heri.
Meski demikian, pengalaman dua periode memimpin Ngloro membuat Heri percaya diri menghadapi pemilihan. Ia memasang target tinggi dalam kontestasi tersebut dan optimistis kembali memperoleh kepercayaan masyarakat.
“Saya yakin dapat menang mutlak dari Agus,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi target politik pribadi Heri dalam Pilur Ngloro 2026. Adapun hasil akhir pemilihan tetap bergantung pada pilihan masyarakat melalui proses demokratis. Karena itu, rekam jejak, visi-misi, serta program masing-masing calon menjadi pertimbangan penting bagi warga sebelum menentukan pilihan.
(Redaksi)



Social Header